5 Macam Perenungan

Published by sammaditthi.org on

5 Macam Perenungan

Dalam Abhinhapaccavekkhitabbathana sutta (AN, 5.57), terdapat 5 hal yang dapat direnungkan, baik sebagai seorang laki-laki atau perempuan, sebagai seorang perumah tangga atau yang meninggalkan keduniawian.

1. Jaradhammomhi, jaram anatito Aku wajar mengalami usia tua, aku takkan mampu menghindari usia tua. Jika usia tua telah menjelang, tubuh yang gagah menjadi bongkok, jika mencoba berjalan tegak gagallah keinginanya, rambut yang hitam kini berubah menjadi putih, matanya yang terang menjadi rabun, kepalanya goyang karena pening.

2. Byadhidhammomhi, byadhim anatito Aku wajar mengalami penyakit, aku tak akan mampu menghindari penyakit. Ditempat tidur yang nyaman orang sakit tidak merasakan kenyamanan, gelisah meratap dan menggerutu, melalui karma yang tak pandang bulu, walaupun makanan yang dinikmati disajikan padanya selalu dumuntahkan bila ditelan. Jika dibaringkan ditempat yang empuk dan sejuk, masih merasa panas dan seperti terbakar, jika diselimuti kain hangat tetap merasa dingin seperti tergenang dalam salju basah. Walaupun sanak saudara berkumpul disekitarnya tak ada yang mampu mengurangi rasa sakitnya, meskipun banyak pahlawan perang dan dokter, mereka tak akan mampu menghentikan masaknya karma buruk. Yang tidak menyadari kebenaran agung ini akan menjalani semua penderitaan itu karena kita tidak tahu kapan datangnya penyakit. Alangkah bijaksana jika menjalankan dharma penakhluk tepat segala penyakit.

3. Maranadhammomhi, maranam anatito Aku wajar mengalami kematian, aku takkan mampu menghindari kematian. Mendekati saat kematian ada yang menghitung hari dan bintang, yang lainnya menangis dan berteriak, yang lain memikirkan harta kekayaan yang ditinggalkan. Harta benda yang diperoleh dengan susah payah akan dinikmati orang lain. Betapapun besar cinta dan simpati orang lain, dia akan bepisah dan melakukan perjalanan sendiri. Sahabat baiknya, suami atau istrinya hanya bisa meninggalkannya disana dalam bungkusan tubuhnya yang tercinta akan dibawa pergi, dilempar ke air atau sungai atau dibakar. Jika nafasmu berhenti esok hari, tidak ada kekayaan yang dapat menolong kecuali Dhamma yang menolongnya.

4. Sabbehi me piyehi mananapehi nanabhavo vinabhavo Segala milikku yang kucintai dan kusenangi wajar berubah, wajar terpisah dariku. Apapun yang ada didunia ini pasti akan mengalami perubahan. Kita bisa melihat dari kita sendiri, kemarin merasa sedih sekarang sudah tidak lagi. Perubahan juga terjadi bukan hanya pada makhluk hidup yang bergerak, bahkan benda mati pun selalu berubah. Barang-barang yang kita punyai semakin rusak.
5. Kammassakomhi, kammadayado kammayoni kammabandhu kammapatisarano, yam kammam karissamikalyanam va papakam vatassa dayado bhavissami Aku adalah pemilik perbuatanku sendiri, terwarisi oleh perbuatanku sendiri, lahir dari perbuatanku sendiri, berkerabat dari perbuatanku sendiri, tergantung pada perbuatanku sendiri, perbuatan apa pun yang akan kulakukan, baik atau pun buruk, perbuatan itulah yang akan kuwarisi.
Itulah 5 hal yang dapat di renungkan di kehidupan sehari-hari, semoga dapat membawa kemajuan dalam praktik Dhamma.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *