5 Manfaat Melaksanakan Sila

Published by sammaditthi.org on

5 Manfaat Melaksanakan Sila

Sīla merupakan latihan atau praktik moral. Oleh karena itu, sīla seharusnya bukan hanya dipandang sebagai teori, tetapi merupakan latihan dan pembiasaan untuk berperilaku baik. Sīla tidak dapat dipisahkan dengan aktivitas sehari-hari seseorang, mulai dari bangun tidur pada pagi hari hingga beranjak tidur lagi pada malam harinya. Buddha menyebutkan lima manfaat mempraktikkan sīla dalam Maha Parinibbana Sutta (DN. 16), yaitu mendapatkan kekayaan yang berlimpah melalui usaha yang giat, reputasi baiknya tersebar luas, penuh percaya diri, meninggal dengan tenang, dan setelah meninggal terlahir di alam yang baik (alam surga).
1. Mendapat Kekayaan yang Berlimpah melalui Usaha Giat Walaupun kekayaan sebenarnya adalah berkah utama dari berdana, tetapi tanpa dukungan dari sīla dan usaha yang giat, hal ini akan sulit terwujud. Contoh: seseorang yang rajin menabung jika sering melakukan pelanggaran sīla, suatu saat mungkin dia akan ditangkap dan dipenjara. Saat berada dalam penjara, kemungkinan besar dia tidak mempunyai lagi akses pada tabungannya (kekayaannya). Hal ini bagaikan makhluk yang terlahir di empat alam rendah. Mereka sulit sekali untuk menikmati hasil dari
2. Reputasi baik tersebar luas Orang yang menjaga sīlanya dengan baik dapat diharapkan mempunyai tindak-tanduk dan ucapan yang baik pula. Orang yang demikian dapat dipastikan akan disukai oleh banyak orang. Oleh karena itu, adalah suatu hal yang wajar jika reputasi baiknya tersebar luas. Buddha juga menjelaskan bahwa reputasi dari orang yang melaksanakan sīla dengan baik dapat tersebar hingga ke alam dewa. Dikatakan dalam Makhadeva Sutta (Majjhima Nikaya, 83) bahwa reputasi Raja Nimi yang selalu menjalankan uposatha (delapan) sīla pada hari ke-8, 14, dan 15 (sistem penanggalan bulan) membuat para dewa dari alam dewa tingkat dua (Tāvatiṃsa) ingin bertemu dengannya; dan Sakka, sang raja dewa mengirimkan kereta kudanya yang ditarik oleh seribu kuda unggul untuk menjemputnya.
3. Penuh Percaya Diri Seperti yang telah dikatakan pada penjelasan mengenai ‘reputasi baik tersebar luas’ bahwa orang yang menjaga sīla-nya dengan baik dapat diharapkan mempunyai tindak-tanduk dan ucapan yang baik pula. Orang yang demikian dapat dipastikan akan disukai oleh banyak orang. Oleh karena itu, mereka penuh percaya diri, tidak ada rasa malu, canggung, ataupun rendah diri dalam bergaul di semua lapisan/kelompok masyarakat, baik itu kelompok atas (seperti anggota kerajaan, pejabat tinggi, dan orang-orang kaya), menengah ataupun bawah.
4. Meninggal dengan Tenang Seseorang yang melaksanakan dan menjaga sīla-nya dengan baik dapat dipastikan dirinya akan menjadi bahagia dan tenang. Walaupun berada dalam keadaan sekarat, kebahagiaan yang timbul karena telah hidup sesuai dengan Dharma akan membuatnya tenang dalam segala hal, termasuk saat menghadapi kematian.
5. Setelah Meninggal Terlahir di Alam yang Baik Orang yang menjalankan dan menjaga sīla dengan baik akan memperoleh banyak sekali karma baik. Selain itu, seperti penjelasan sebelumnya, dia akan meninggal dengan tenang. Keadaan pikiran saat meninggal sangatlah menentukan ke mana seseorang akan dilahirkan kembali. Seseorang yang meninggal pada saat terserang keserakahan (lobha), dia akan terlahir kembali menjadi hantu kelaparan (peta) atau jin (asura). Seseorang yang meninggal pada saat pikirannya terserang kebencian/kemarahan (dosa), dia akan terlahir kembali menjadi makhluk penghuni neraka (niraya); dan yang terserang kebodohan mental (moha), akan terlahir sebagai binatang (tiracchāna).
itulah 5 manfaat melaksanakan sila, semoga kita selalu menjalankan sila dengan baik sehingga manfaat yang kita perolh lebih besar dan bisa mendatangkan kebahagiaan.

0 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *